cuma mau berbagi tulisan ajah, sekedar sebagai bahan bacaan lol
Nama : Birgita Giri Renaningtyas
Prodi : Penerbitan 3A
NIM : 12310013
Tema : “Pasangan yang ku idamkan.”
Lima
Harga Mati
“Apakah kamu mencari
pasangan yang sempurna?? Maka bersiaplah untuk jomblo selamanya”. Begitulah
kata salah satu kutipan yang pernah ku baca di salah satu jejaring sosial. Sedikit
nyeleneh, tetapi tetap menusuk. Manusia tidak ada yang sempurna, tapi berusaha
semaksimal mungkin bisa jadi akan sempurna. Tapi ingat, tetaplah yang sempurna
hanya milik Tuhan saja.
Berbicara pasangan yang
sempurna, memang tidak akan pernah ada sampai kapan pun. Misalnya walaupun
pasangan kalian tampan, pasti dia akan tetap mengeluarkan kontraksi gas perut
yang dinamakan buang angin dan pastinya bau. Walaupun pacarmu sangat tampan,
belum tentu orangtuamu atau temanmu berkata dia tampan juga. Ingat juga ada
kutipan mengatakan “jelek itu mutlak dan tampan atau cantik itu relatif”. Jadi,
tak ada yang sempurna bukan?
Walapun demikian, kita
pasti mempunyai kriteria yang memang sempurna bagi pandangan kita di masa
depan. Berbicara kriteria, jangan malu untuk memilih pasangan berdasarkan
bibit, bobot dan bebetnya. Karena ini juga untuk kebaikan hidup rumah tangga di
masa depan. Jangan mau dikasih makan yang namanya cinta. Nah berikut ini saya
akan menjabarkan pasangan yang “sempurna” di mata saya.
Harga mati pasangan
idaman yang pertama adalah seiman !!!!! Ini adalah hal yang paling sukar buatku.
Sangat sulit, sangat rumit dan sangat sensitif. Susah sekali rasanya bagi saya
orang minoritas yang tinggal dikalangan mayoritas untuk mencari pasangan yang
seiman. Hmmmm . . . pikiran ini lah yang membuatku terkadang merasa putus asa. Orangtuaku
juga selalu berpesan untuk pacaran atau menikah dengan yang seiman. Dan sampai
sekarang pun aku juga memegang prinsip tidak akan menduakan Tuhan dengan yang
namanya cinta !!! Maka dari itu, kriteria ini benar-benar harga matiku yang
pertama.
Harga mati pasangan
idamanku yang kedua adalah tinggi semampai. Tidak kah semua kaum hawa mendambakan
sesosok pria yang tinggi dan tidak lebih pendek dari dirinya sendiri?? Yaaa,
salah satunya termasuk diriku. Inilah kriteria yang langsung ku patok. Hal ini merupakan
harga mati buatku. Selayang mata memandang dan sejenak hati berbicara. Memang tidak
adil rasanya pertama-pertama menghakiminya langsung lewat fisik. Tapi apa boleh
buat?? Ini lah yang menurutku sempurna di hati haha
Kebutulan aku tumbuh
menjadi wanita yang mempunyai tinggi 166 cm. Tinggi tersebut termasuk dalam
kategori diatas rata-rata tinggi wanita. Alangkah baiknya apabila pasanganku
mempunyai tinggi lebih dari tinggiku. Maka jika kami jalan bersama tidak akan
terlihat seperti kakak yang berjalan dengan adik laki-lakinya. Karena dari dulu
aku juga tidak pernah menyukai laki-laki yang pendek. Entah lah, mungkin karena
ku pikir laki-laki yang pendek tidak terlihat gagah dan akan kelihatan bantet.
Lanjut ke kriteria
berikutnya. Harga mati yang ketiga pasangan idamanku adalah laki-laki yang
bukan merupakan perokok aktif. Mendengar kata rokok, sejenak aku langsung
merasa sesak nafas. Karena aku benci sekali dengan yang namanya asap rokok. Aku
lahir bukan dari keluarga yang merupakan pecandu rokok, maka udara yang aku
hirup dari kecil pun selalu bersih dari emisi asap atau yang biasa disebut tar
rokok. Ada pepatah mengatakan “laki-laki merokok itu biasa, laki-laki tidak
merokok baru luar biasa”.
Perlu digaris bawahi
kutipan tersebut. Bukan berarti laki-laki yang tidak merokok itu bukan pria sejati.
Namun pria sejati sesungguhnya tidak merokok. Begitulah aturanku dalam kriteria
pasangan idaman. Pernah suatu ketika aku mempunyai pacar yang merupakan perokok
aktif. Dan pada dasarnya dia tahu aku benci asap rokok, maka dia pun tidak pernah
merokok di depanku. Hal-hal seperti itu bisa juga menjadi pengecualian hahaha.
Harga mati yang keempat
adalah harus mapan dan berpendidikan! Misal kalau aku lulusan S1, minimal
pasanganku harus sejajar denganku. Dan mempunyai penghasilan yang cukup untuk
membiayai kehidupan rumah tangga. Karena sudah kodratnya laki-laki untuk
mencari naskah dan kodratnya wanita merawat anak-anak di rumah. Begitulah kata
orang-orang zaman dulu.
Ayahku pernah berkata
bahwa tidak apa-apa menikah dengan laki-laki asal. Seketika aku pun mengerutkan
dahi dan ternyata masih ada lanjutan omongan dari perkataan ayahku. “Iyalah,
asal punya rumah, asal punya motor, asal punya mobil dan asal punya uang.” Kata
ayahku sambil tersenyum menyeringai. Hahaha aku pun tertawa. Namun apa yang
dikatakan ayahku memang ada benarnya juga. Jangan mau makan yang namanya cinta.
Emang bakalan kenyang? Tentu tidak kan?! Makanya sebagai wanita saya perlu
matre sedikit demi kebaikan masa depan. Jangan muluk-muluk yang penting “asal”
saja haha J
Harga mati yang kelima
adalah bisa bermain musik atau menyukai olahraga. Kenapa aku memilih ini?? Karena
aku merasa laki-laki yang bisa bermain musik atau menyukai olahraga pasti tidak
akan membosankan. Mengutip lagu Delon yang sangat ku suka “hidup ini tanpa
cintamu, bagai dunia tanpa lagu”. Dalam lagu itu tersirat makna, betapa cinta
dan lagu akan selalu beriringan membuat dunia menjadi indah dan tidak hambar. Entah
mengapa dari dulu aku selalu terpesona melihat sosok pria dengan alat musiknya
terutama gitar. Kenapa gitar?? Karena alat musik itu lah yang tidak pernah bisa
aku mainkan walaupun aku telah mempelajarinya hingga mati-matian dan kini putus
asa untuk belajar bermain gitar.
Aku mempunyai hobi
menyanyi. Dan itu lah sebabnya juga aku menyukai laki-laki yang bisa bermain musik.
Bernyanyi bersama, menciptakan lagu dan dinyanyikan sebuah lagu sebelum tidur. Hal-hal
sederhana itu lah yang mengetuk pintu hatiku. Sebuah rasa bahagia yang tak
mungkin dirangkai dengan untaian kata-kata yang mampu menyempurnakan hidup dari
pasanganku yang sempurna menurut mata hatiku. Betapa indahnya dunia dengan
lagu. Pasti tidak akan pernah membosankan.J
Selain itu salah satu
hobiku yang lain adalah olahraga. Aku menyukai olahraga sejak aku duduk dibangku
sekolah dasar. Menurutku olahraga itu sangat menyenangkan. Ditambah lagi
apabila pasangan idamanku kelak menyukai olahraga juga. Olahraga bersama pasti
akan sangat menyenangkan. Lari pagi atau lari sore hari akan menjadi hal-hal
sederhana namun akan menjadi sebuah catatan indah kelak.
Nah semua harga mati
pasangan idamanku telah ku jabarkan satu persatu. Namun semuanya kembali lagi
pada kutipan awal “jika kamu mencari pasangan yang sempurna, bersiaplah untuk
menjadi jomblo seumur hidup”. Manusia tidak ada yang sempurna. Semua kisah
cinta yang biasa kamu lihat di televisi atau kamu baca di buku hanyalah cerita
belaka. Dalam kenyataannya banyak kisah cinta yang tidak mulus jalannya
layaknya sebuah serial di televisi. Atau kisah cinta yang berunjung pada akhir
cerita bahagia.
Kisah hidup itu ada
suka dan duka. Tidak mungkin semuanya suka atau sebaliknya. Sekarang kebanyakan
orang tidak mau menerima kenyataan terhadap apa yang telah dipilihnya, melainkan
akan selalu menunggu buah matang untuk dipetik dan dinikmati manisnya. Sama dengan
halnya mencari pasangan idaman. Jangan kamu takut untuk menerima kenyataan yang
harus dijalani setelah mendapatkan pasangan yang kamu idamkan atau jika kamu
takut menerima kenyataannya, kamu lebih memilih menunggu pasangan yang
berkualitas datang dan menjamin semua kebahagianmu. Pemikiran itu sangat lah
salah,
Maka jika salah satu
harga mati telah di langgar, semua itu ada pengecualian. Dan yang paling
penting jadilah wanita yang menerima apa adanya dari calon pasangan kita. Jangan
cinta karena ada apanya. Tetapi mencintailah walapun ada apanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar