Selasa, 26 Desember 2017

Kamu Bersifat Sementara

Hallo kamu, my stranger, apa kabar?
Tidak kah kamu merasa aneh ketika kita saling bertanya tentang kabar, itu berarti kita sudah punya jarak bukan?
Katamu, ketika kita masing-masing menanyakan tentang kabar, itu artinya kita sama-sama peduli, begitukah menurutmu? Tapi tidak bagiku, ahh tapi yasudah lah..
Pertanyaanku tentang bagaimana kabarmu yang kemarin adalah untuk yang terakhir ku ingin mengetahui keadaanmu.
Tapi ternyata sebuah niat baik menjadi sia-sia, disitulah rasa kekecewaan muncul. Bukan karena hal apapun, tapi tahukah kamu, seberapa kerasnya aku berpikir untuk memulainya terlebih dahulu?
Maafkan diriku, aku memang pendendam! Ini bukan berarti yang jahat harus dibalas dengan hal jahat. Tapi menjaga perasaan diri sendiri itu penting juga. Hey, itu yang terakhir. Aku harus belajar untuk tidak peduli padamu lagi mulai dari sekarang.
Kelak aku akan menghubungimu lagi, disaat aku merasa hati telah tertidur.

Aku pernah berdoa kepada Tuhanku, bahwa aku ingin hidup yang berwarna. Dan tanpa sadar, Tuhan telah mengabulkan doaku, melalui kamu, hidupku memang berwarna, tapi hanya bersifat sementara.
Kenapa aku hanya berdoa ingin hidupku berwarna saja, kenapa tidak kemarin aku berdoa dengan egois meminta untuk selamanya? Tapi Tuhan, aku sudah bersyukur, Engkau sudah memberikan hidupku berwarna dipenghujung akhir tahun ini, walaupun hanya sementara.

Kamu, katanya ingin jadi reminder aku?
Katanya mau ngingetin hal-hal yang belum aku tahu tentang dunia ini. Masih berlakukah itu?
Kamu, katanya will decrease smoking when with me. Tapi kapan lagi with me-nya?
Ketika semua kata nanti, lagi, dan akan, semuanya hanya menjadi text untuk dibaca, disitulah aku sadar bahwa tidak akan ada lagi kata kita untuk bertemu.
Ketika terucap kata darimu sesaat setelah meneguk kopi (aku ingat betul itu), "Kapan kita akan bertemu lagi?" saat perjumpaan kita yang pertama.
Lalu aku menjawab, "Kita ajah belum pulang, udah ngomongin kapan lagi mau ketemu."
Hallo, aku sekarang menyesal waktu itu mengatakan hal ini kepadamu. Kenapa tidak langsung ku iyakan dan menentukan pertemuan kita selanjutnya. Jadi memang benar, kesempatan kedua itu tidak ada. Aku menyesal telah menyia-nyiakan kesempatan pertama.

Kamu sudah banyak menyita waktuku. Sampai-sampai aku terlalu fokus pada dirimu.
Sampai-sampai ku abaikan siapapun yang hendak ingin mengenalku, karena ku pikir, mengenalmu tak akan ada habisnya.
Tahukah kamu hal ini?;)
Ketika aku terlalu fokus pada dirimu, hingga akhirnya ku abaikan yang lainnya.
Tapi, tenang, aku tidak akan marah.
Sampai sekarang, aku merasa kamu tidak perlu bertanggung jawab atas perasaan ini.
Karena kamu memang tidak pernah memberi harapan lagi, setelah itu, yaa, setelah beberapa hari pertemuan kita. Jadi, aku tidak akan menyalahkanmu dan tidak akan meminta tanggungjawabmu. Aku menyalahkan diriku sendiri, karena aku mempunyai harapan dan ekspetasi yang berlebihan. Yang seharusnya aku ngga boleh banyak terlalu berharap.
Dan ini pasti salahku juga! Mungkin kamu bingung ingin memulai percakapan denganku bagaimana, atau seperti apa. Karena kamu tahu betul, aku paling benci ditanya, "sedang apa, lagi apa, makan apa, lagi dimana".
Terkadang sangat lucu saat kamu meminta izin ketika ingin bertanya sedang apa git? 😂

Kamu pernah bilang, "Kalau tidak akan bersama, kenapa dipertemukan?"
Sekarang aku tahu jawabannya loh.
Karena Tuhan menginginkan kita belajar dan bertemu dengan orang yang salah terlebih dahulu, baru bertemu dengan orang tepat.
Katamu, kamu benci perpisahan. Tapi nyatanya, kamu yang menjaga jarak, dan terus memberi jarak. Apa kamu sadar, tanpa sadar kamu sudah melakukan hal yang kamu benci?
Tapi aku kagum, ketika kamu dua kali mengucapkan selamat beribadah untukku;)

Dan sekarang, ketika aku pernah terbiasa denganmu, pernah terbiasa saling mengingatkan, pernah terbiasa bercerita tentang banyak hal, tapi kamu tidak pernah mengajarkan aku terbiasa tanpa kabarmu, atau terbiasa tanpa candamu atau terbiasa tanpa obrolanmu.

Aku masih merasa bersyukur, kita pernah bertemu. Aku juga ngga menyangka, kamu bersifat sementara. Yang bersifat sementara ternyata memang indah yaaa. Mungkin kalau selamanya, belum tentu seindah yang kayak sementara ini. Iyaa aku sok tahu, toh kita juga belum pernah selamanya hehe

Terimakasih kamu.
Aku senang berkenalan denganmu.
Aku senang bisa bertemu dengan orang seperti dirimu.
Aku senang bisa belajar banyak hal darimu.
Aku tidak menyesal pernah mengenalmu.
Rasanya sangat sebentar, tapi ku merasa sudah mengenalmu lama sekali.
Aku merasakan banyak hal baik, yang telah ku lalui dengan hadirnya dirimu ditengah-tengah hecticnya hidupku ini.
Aku ngga menyangka, ternyata kamu hanya bersifat sementara.
Memang tak terucap kata pisah, tapi seperti yang pernah ku katakan kepadamu. Aku pendendam, tapi bukan berarti hal yang buruk harus dibalas juga dengan hal buruk.
Aku harus menjaga perasaanku juga ☺

Tertanda,
Your stranger

Minggu, 10 Desember 2017

👨 What are you doin?
👩 Me? Just doing nothing!
👨 You're typing with me, then you're doing something.
👩 Sweet then?

How come English conversation become this romantic;)

Jumat, 08 Desember 2017

We never ever feelin regret until we feelin lost! Because some people will stay longer on my mind, than in my life. Sometimes I have to give up on people not bcs I don't care, but bcs they don't! ~

Selasa, 28 November 2017

Belajarlah jangan terlalu menaruh harapan tinggi kepada oranglain. Karena rasa kecewa sebenernya datang dari diri sendiri ketika kita terlalu banyak berharap pada oranglain.

Minggu, 05 November 2017

Terkadang, ngetawain diri sendiri sama nyinyirin orang lain itu lebih baik loh yha 😂

Noted: Tertanda, Birgita Tyas yang lagi gelisah gelisahnya ~

Rabu, 11 Oktober 2017

Pressure with career which I'm doin right now! Because my brother already given a high standard for my parents hemm

Sabtu, 07 Oktober 2017

While almost my friends invest their life with dress, gadget, make up, taste of food, or etc, but pls let me invest myself with experience and adventure memories ☺

Kamis, 21 September 2017

I found today just like another Thursday, no others!

But let me be grateful for a life that given till right now. Thanks my Lord










Dear mom and dad, so sorry masih belum bisa bawa mantu loh hahaha

Minggu, 10 September 2017

Masih merasa belum bersyukur?

Pernah ngga sih dalam hidup ini ngerasa puas dengan semua yang sudah dimiliki?
Pernah ngga sih ngerasa bersyukur sedikit ajah sama yang udah terjadi?

Terkadang gw -hanya- heran sama orang yang ngga pernah bersyukur sama sekali sama hidupnya. Kayak ga pernah ada bagus-bagusnya ajah hidup. Dan sering banget gw heran sama hal-hal ga penting yang kebanyakan orang keluhkan.

Tbh, gw ngerasa hidup gw juga biasa2 ajah. Kalo diungkapin apa ajah yang udah gw lakuin selama gw menjalani hidup, banyak yang belum tercapainya. Diusia panik ini, gw belum bisa dibilang punya penghasilan yang sampe tumpeh-tumpeh, bahagia-in orangtua ajah juga belum, mikir ke depannya ajah belum, sekalinya nabung eh kepake langsung abis.

Kadang suka iri gitu ngeliat temen gw yang bisa begini-begitu. Ngeliat abang gw yang udh dibilang bisa mapan penghasilannya, dll yang tak berkesudahan.

Tapi coba jangan mikir yang negatifnya dulu!
Pekerjaan? Punya! Udah jadi kartep juga.
Piknik? Sering!
Udah gitu, bentar lagi gw mau wisuda lagi.
Gw yang ngejalanin hidup ajah keknya ngerasa hidup gw biasa-biasa ajah, nothing special!

Tapi lebih banyak juga yang bilang gini ke gw, "Gilak, Birgit jalan2 mulu!" atau "Lu keluar negeri udah kek main ke Bogor ajah ya."
Dan ada juga yang bilang, "Lu udah mau wisuda ajah lagi, gw kapan ngelanjutinnya nih." Lalu ada ajah yang komentar, "Enak juga yaa kerja lu, boleh izin bla bla bla."

Disitulah awal mulanya gw harus berpikiran positif thinking. Kenapa? Disaat gw yang ngejalanin hidup gw kek gini dan ngerasa biasa-biasa ajah, ternyata masih banyak yang bilang hidup gw so fine.

Kalau dibilang gw bersyukur atau nggak,  PASTI!
Emang bener kadang menghibur diri itu beda tipis banget sama positive thinking!
Tapi yaa tolong, perbanyak bersyukurnya instead of complaining bout fuckin life.
Hidup ini emang keras, kitanya ajah yang alot kek yupi.

Dan pada akhirnya, gw akan selalu bersyukur sama apa yang sudah terjadi. Emang banyak hal yang udah berlalu, tapi ga mungkin hal yang berlalu itu bener2 ngga berarti sama sekali. Pasti ada jalan yang lebih baik, bahkan jalan terbaik. Karena yang masih gw yakini dari dulu sampai sekarang, Tuhan yang memiliki kehidupan ku. Maka pasti Tuhan yang merencanakan hal indah dalam hidupku juga.
Kalau gw punya masalah, Tuhan yang akan menyelesaikannya. Dan penyelesainnya pun bukan sesuai jadwal gw, tapi sesuai jadwal yang Tuhan tentukan.

Untuk apapun yang ada di bawah langit, semua ada masanya.

Minggu, 05 Maret 2017

If yesterday was a sin, then I called it karma, why it took so long? Hmm

Minggu, 29 Januari 2017

Bunuh Sepi Ini

Hai!
Entah kepada siapa ku menyapa.
Entah untuk siapa ku ucapkan.
Tahun 2017 sudah berjalan selama 29 hari.
Yak, entah kenapa, untuk pertama kalinya di tahun ini ku merasakan perasaan yang nggak karuan.
Ada rasa hampa yang emang bener-bener tak bisa diungkap.
Ahh ku pikir ini hanya masalah perasaanku saja.
Tapi kok rasanya makin dirasa, makin baper.

Bermula dari malam ini ketika ku ingin memutar kembali lagu-lagu barat lawas, dan yak suddenly instruments lagu officially missing you ke-play.
Tiba-tiba pas bagian bridge mata udah berkaca-kaca, dan ngggak sadar udah ada aliran sungai kecil di mata turun dari pelipis mata hingga ke pipi.

Nggak tau, rasanya tuh kayak banyak pikiran ajah. Entah ini air mata yang udah ditahan berapa lama, sehingga ga sadar ngalir juga.
Feels like empty . . . .
Have a black hole inside my feel . . . .

Dan saat nulis paragraf ini, tiba-tiba lagu Adam Sandler I Wanna Grow Old With You ke play.
Yaahhhh, jadi inget ajah yang u-d-a-h-
Terus abis I wanna Grow Old With You, langsung ke play I Miss You-nya Incubus, yaelahhh jadi inget yang udah kena tanggung, sampe rela ngesearch lagunya Incubus demi bisa tau lagu yang sama..
Hahahahaha lucuuuu, sepertinya gw salah bikin playlist malam ini hufftttt
Hahhhhh, harusnya ku tegak saja wine yang tadi ditawarin abang, biar ga gini-gini amat. Biar ga gitu-gitu juga.

Tapi yaudah, kalo kata Dilan, "Masa lalu bukan untuk diperdebatkan. Itu sudah bagus. Biarkan!"

Dan balik lagi, ku bener-bener ngerasa kosong in my deepest of my heart hmmm
Kalo udah begini, efeknya lama. Kalo bisa ku bunuh kekosongan ini, yaa ku ambil pisau sekarang. Tapi nyatanya ga bisa, ibarat dipotong ga berdarah, menangis udah ga keluar air mata lagi hmm

Dan sekarang kepikiran, kalau saja waktu itu tak ku hentikan contactnya, kalau saja waktu itu ku langsung reply chatnya, jadi ku tinggal menunggu kau putus #eh haha

Yaammppunnn, makin random omongannya..
Dan belum lagi pembicaraan abang yang katanya akan segera meresmikan hubungannya, ku yang kayak merasa, hmmm merasa sepi yang tak bisa terungkap. Merasa kosong kayak galon yang belum keisi air, hampa datar-datar ajah gitu.

Yasudah laah, daripada makin random omongannya, sudahi saja. Besok harus ngantor. Tidur, tapi dengerin playlist yang terlanjur atau sengaja dibuat untuk mengingat apa yang sekarang telah disesalkan, shitttt ~