Rabu, 25 Desember 2013

Brother's Graduation

Happy Graduation for my brother !!
Ini bukan akhir, tapi ini awal dari perjalanan karir mas..
semoga lu semakin dekat dengan Tuhan dan keluarga :)
Sukses selalu karir dan usahanya 0:)



Merry Christmas 2013

Merry Christmas everyone !!
Wish a beautiful Christmas..
Jesus always bless us 0:)

Rabu, 04 Desember 2013

Kamis dan 21



Feature           
Tema   : “Kamis bukan sekedar hari kelima menjelang akhir minggu.”


Kamis dan 21

            Selamat pagi mentari. Hai burung-burung yang berkicau bersaut-sautan menyambut sang fajar. Harum sejuknya tumbuhan dipekarangan rumah menyemarakan semangatku di pagi ini. Akhir-akhir ini udara dingin selalu menyelimuti dipagi hari. Udara dingin membuatku malas untuk beranjak dari tempat tidur. Tapi apa daya aku berdalih, perkuliahan dan aktivitas hari ini yang sudah direncanakan menanti untuk diselesaikan.
Pagi-pagi benar aku sudah terbangun. Tumben sekali aku bangun pagi. Entahlah ini pertanda baik atau pertanda buruk. Hari ini adalah hari Kamis, hari kelima menjelang akhir minggu. Hari dimana aku selalu membenci hari ini Kamis semenjak aku tercatat sebagai mahasiswi di politeknik negeri. Hari dimana aku harus waspada karena biasanya dihari ini kesialan selalu menimpaku. Hari dimana aku menanti hari keenam dan tak sabar untuk libur istirahat dirumah di awal dan akhir pekan.
Bagaimana tidak aku membenci hari Kamis? Hari kamis adalah hari yang paling menyiksa dalam sejarah hidupku selama kuliah. Dari semester satu hingga saat ini, aku  harus bangun pagi dan pergi ke kampus tepat waktu alias tidak boleh jam karet. Semua ini membuatku kelabakan ketika pagi datang dan aku bangun kesiangan. Contohnya saja hari ini, walaupun aku bangun pagi, tapi tetap saja aku tergesa-gesa datang ke kampus dan takut terlambat. Akibatnya aku tidak membawa alat tulis dan buku. Mahasiswa macam apa yang tidak membawa alat tulis dan buku ke kampus?? Gerutu ku dalam hati saat diperjalanan menuju kampus.
Ketika kamis datang, semua rasa malasku bertambah menjadi 200 kali lipat dari biasanya. Seakan-akan kata malas menghujam diriku di  pagi yang tidak ada salahnya ini. Ketika kamis datang, rasanya aku ingin cepat-cepat pulang karena besok adalah hari Jumat, hari dimana merupakan hari favoritku. Di hari Jumatlah semua aktivitas di kampus akan berakhir dan suasana hati menggebu-gebu ingin memeluk guling lebih erat di pagi hari lusa bisa terlaksana.
Akupun berangkat ke kampus pukul 7.20. Ahhh pasti terlambat nih, gumanku dalam hati. Tanpa memanasi motor terlebih dahulu, aku pun langsung mengegas motor secepat mungkin. Ku salip semua motor dan mobil yang menghalangi semua pemandanganku. Tak peduli lagi siapa yang membunyikan klakson kepadaku. Aku mengendarai motor tanpa rem alias ngebut. Polisi tidur pun ku hantam begitu saja saking takutnya datang ke kelas terlambat.
Ketika aku sampai di parkiran, semua temanku sibuk membahas sesuatu. Disudut tanjakan basement, dengan paras panik dan jengkel mereka merundingkan sesuatu. Ternyata dosen bahasa Indonesia tidak masuk hari ini dan kami harus membuat tugas lalu dikumpulkan pukul 10.00. Tidak biasanya beliau tidak mengajar. Aku pun turut berembuk hendak mengerjakan tugas ini dimana. Karena kabar beliau tidak masuk begitu mendadak. Kami tidak sempat antisipasi. Tidak semua teman-temanku membawa laptop atau notebook. Hanya 4 diantara 28 orang yang membawa laptop. Di kelas stopcontact juga tidak berfungsi untuk mengecharge laptop, jadi kami tidak mungkin menggunakannya bergantian.
Mau ke perpus, koneksi wifi tidak semua komputer bisa dan belum lagi komputer perpus tidak ada Ms. Word. Mau pinjam ke lab, pasti semua lab ada jadwal praktiknya. Suasana hati teman-teman dan aku pun semakin jengkel. Akhirnya kami memutuskan hendak kemana. Beberapa laki-laki pergi ke warnet, beberapa perempuan ke KFC, dan sisanya pulang ke rumah. Aku adalah salah satunya yang pulang ke rumah. Untung saja rumah ku dekat, modem tersedia dan laptop juga tersedia. Hahhh aku menarik nafas lega.
Argghh kenapa begini, kenapa kita harus selalu seperti ini sih Kamis? Kenapa kamu tidak pernah mengerti diriku? Kenapa harus selalu aku yang mengerti dirimu Mis? Pagi ini kelas Penerbitan 3A digoncang kepanikan. Benar-benar sarapan yang hebat. Dan benar saja, memang kesialan selalu datang dihari Kamis. Hahhh kejadian ini benar-benar mendoktrin ku untuk benci sebenci-bencinya pada hari Kamis. Kamis, kau memang bukan sekedar hari kelima dalam minggu, tetapi juga hari kebencian dalam mingguku.
Ke tulusuri lebih dalam hari Kamis ini, yaappp sekarang tanggal 21. Hahahaa seketika aku tertawa dalam hati. Hahhh benar-benar apes banget ini hari. Sekali lagi aku menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya di pagi ini.  21??? Yaaaa, tanggal yang selalu aku benci setiap bulannya. Hahaa jadi kalo ingin dihiperbola, mungkin hari ini Kamis dan 21 sekongkol ingin menyiksaku hari ini. Terimakasih yaaa  . . . .
Ada apa dengan 21? Semua berawal dari tanggal lahirku yang merupakan tanggal 21. Dari kecil aku selalu membenci ulangtahunku. Karena di hari ulangtahunku, aku tidak pernah tidak menangis, pasti selalu menangis. Tidakkah pilu jika dihari ulangtahunmu tidak ada satupun anggota keluargamu yang mengingatnya bahkan mengucapkan selamat sekalipun? Tidak pilukah ketika temanmu yang notabene bukan anggota keluarga justru mengucapkan selamat ulangtahun padamu?
Singkatnya begitulah cerita awal mulanya aku membenci tanggal 21. Ketika aku ulangtahun, anggota keluarga dirumah justru yang mengucapkan paling akhir hingga matahari akan membenamkan sinarnya barulah ingat. Sampai aku merayakan ulangtahunku sekarang, hanya pada saat ulangtahun ke 17 laah yang selalu aku kenang dan merupakan kenangan sepanjang sejarah ulangtahunku. Sampai sekarang aku hanya manusia yangsangat benci pada hari ulangtahunku sendiri.
 Dan di tanggal 21 juga aku pacaran dengan sesosok laki-laki yang sekarang menjadi mantan terindahku secara tak sengaja. Ketika itu semua tanggal 21 menjadi kenangan dan ahh ku pikir aku tidak akan pernah membencinya lagi. Namun semuanya telah kandas, kenangan ku pun hancur bersama hubungan ini dan aku kembali lagi menjadi manusia yang benci tanggal 21. Kini tanggal 21 semakin menjadi musuhku. Mendoktrinku untuk terus tidak ingin melewati tanggal ini.
Selain itu, tanggal 21 juga merupakan kenangan buruk padaku. Pacar terakhir ku menembakku tepat di tanggal 21 pada saat aku ulangtahun. Saat itu aku berpikir, ahh ini indah. Mungkin menjadi salah satu ulangtahunku yang tak terlupakan. Namun sekarang dia hanya tinggal kenangan. Dia menorehkan luka yang dalam dihatiku.  Satu hari sebelum tanggal 21 hubungan kami kandas. Benar-benar tanggal 21 bersangkutan dengan semua kejadian sedih di hidupku. Hahhhh tanggal yang merupakan menjadi kesesatan bagiku. Padahal tidak ada salahnya bagi kebanyakan orang.
Hari kamis, 21 November benar-benar menjadi salah satu kejadian sial dihidupku. Tidak bisakah kita bersahabat sedikit saja? Kenapa selalu saja kau datang memberiku kesialan dan kesedihan?? Kapan kau akan memberiku kebahagian yang tak ada bandingnya? Kapan kalian aku mengerti diriku? Ku  harap aku tidak akan benar-benar membenci hari Kamis dan tanggal 21 disepanjang sisa usiaku.


Lima Harga Mati !!!


cuma mau berbagi tulisan ajah, sekedar sebagai bahan bacaan lol
 
Nama   : Birgita Giri Renaningtyas
Prodi    : Penerbitan 3A
NIM    : 12310013

Tema    : “Pasangan yang ku idamkan.”

Lima Harga Mati

“Apakah kamu mencari pasangan yang sempurna?? Maka bersiaplah untuk jomblo selamanya”. Begitulah kata salah satu kutipan yang pernah ku baca di salah satu jejaring sosial. Sedikit nyeleneh, tetapi tetap menusuk. Manusia tidak ada yang sempurna, tapi berusaha semaksimal mungkin bisa jadi akan sempurna. Tapi ingat, tetaplah yang sempurna hanya milik Tuhan saja.
Berbicara pasangan yang sempurna, memang tidak akan pernah ada sampai kapan pun. Misalnya walaupun pasangan kalian tampan, pasti dia akan tetap mengeluarkan kontraksi gas perut yang dinamakan buang angin dan pastinya bau. Walaupun pacarmu sangat tampan, belum tentu orangtuamu atau temanmu berkata dia tampan juga. Ingat juga ada kutipan mengatakan “jelek itu mutlak dan tampan atau cantik itu relatif”. Jadi, tak ada yang sempurna bukan?
Walapun demikian, kita pasti mempunyai kriteria yang memang sempurna bagi pandangan kita di masa depan. Berbicara kriteria, jangan malu untuk memilih pasangan berdasarkan bibit, bobot dan bebetnya. Karena ini juga untuk kebaikan hidup rumah tangga di masa depan. Jangan mau dikasih makan yang namanya cinta. Nah berikut ini saya akan menjabarkan pasangan yang “sempurna” di mata saya.
Harga mati pasangan idaman yang pertama adalah seiman !!!!! Ini adalah hal yang paling sukar buatku. Sangat sulit, sangat rumit dan sangat sensitif. Susah sekali rasanya bagi saya orang minoritas yang tinggal dikalangan mayoritas untuk mencari pasangan yang seiman. Hmmmm . . . pikiran ini lah yang membuatku terkadang merasa putus asa. Orangtuaku juga selalu berpesan untuk pacaran atau menikah dengan yang seiman. Dan sampai sekarang pun aku juga memegang prinsip tidak akan menduakan Tuhan dengan yang namanya cinta !!! Maka dari itu, kriteria ini benar-benar harga matiku yang pertama.
Harga mati pasangan idamanku yang kedua adalah tinggi semampai. Tidak kah semua kaum hawa mendambakan sesosok pria yang tinggi dan tidak lebih pendek dari dirinya sendiri?? Yaaa, salah satunya termasuk diriku. Inilah kriteria yang langsung ku patok. Hal ini merupakan harga mati buatku. Selayang mata memandang dan sejenak hati berbicara. Memang tidak adil rasanya pertama-pertama menghakiminya langsung lewat fisik. Tapi apa boleh buat?? Ini lah yang menurutku sempurna di hati haha
Kebutulan aku tumbuh menjadi wanita yang mempunyai tinggi 166 cm. Tinggi tersebut termasuk dalam kategori diatas rata-rata tinggi wanita. Alangkah baiknya apabila pasanganku mempunyai tinggi lebih dari tinggiku. Maka jika kami jalan bersama tidak akan terlihat seperti kakak yang berjalan dengan adik laki-lakinya. Karena dari dulu aku juga tidak pernah menyukai laki-laki yang pendek. Entah lah, mungkin karena ku pikir laki-laki yang pendek tidak terlihat gagah dan akan kelihatan bantet.
Lanjut ke kriteria berikutnya. Harga mati yang ketiga pasangan idamanku adalah laki-laki yang bukan merupakan perokok aktif. Mendengar kata rokok, sejenak aku langsung merasa sesak nafas. Karena aku benci sekali dengan yang namanya asap rokok. Aku lahir bukan dari keluarga yang merupakan pecandu rokok, maka udara yang aku hirup dari kecil pun selalu bersih dari emisi asap atau yang biasa disebut tar rokok. Ada pepatah mengatakan “laki-laki merokok itu biasa, laki-laki tidak merokok baru luar biasa”.
Perlu digaris bawahi kutipan tersebut. Bukan berarti laki-laki yang tidak merokok itu bukan pria sejati. Namun pria sejati sesungguhnya tidak merokok. Begitulah aturanku dalam kriteria pasangan idaman. Pernah suatu ketika aku mempunyai pacar yang merupakan perokok aktif. Dan pada dasarnya dia tahu aku benci asap rokok, maka dia pun tidak pernah merokok di depanku. Hal-hal seperti itu bisa juga menjadi pengecualian hahaha.
Harga mati yang keempat adalah harus mapan dan berpendidikan! Misal kalau aku lulusan S1, minimal pasanganku harus sejajar denganku. Dan mempunyai penghasilan yang cukup untuk membiayai kehidupan rumah tangga. Karena sudah kodratnya laki-laki untuk mencari naskah dan kodratnya wanita merawat anak-anak di rumah. Begitulah kata orang-orang zaman dulu.
Ayahku pernah berkata bahwa tidak apa-apa menikah dengan laki-laki asal. Seketika aku pun mengerutkan dahi dan ternyata masih ada lanjutan omongan dari perkataan ayahku. “Iyalah, asal punya rumah, asal punya motor, asal punya mobil dan asal punya uang.” Kata ayahku sambil tersenyum menyeringai. Hahaha aku pun tertawa. Namun apa yang dikatakan ayahku memang ada benarnya juga. Jangan mau makan yang namanya cinta. Emang bakalan kenyang? Tentu tidak kan?! Makanya sebagai wanita saya perlu matre sedikit demi kebaikan masa depan. Jangan muluk-muluk yang penting “asal” saja haha J
Harga mati yang kelima adalah bisa bermain musik atau menyukai olahraga. Kenapa aku memilih ini?? Karena aku merasa laki-laki yang bisa bermain musik atau menyukai olahraga pasti tidak akan membosankan. Mengutip lagu Delon yang sangat ku suka “hidup ini tanpa cintamu, bagai dunia tanpa lagu”. Dalam lagu itu tersirat makna, betapa cinta dan lagu akan selalu beriringan membuat dunia menjadi indah dan tidak hambar. Entah mengapa dari dulu aku selalu terpesona melihat sosok pria dengan alat musiknya terutama gitar. Kenapa gitar?? Karena alat musik itu lah yang tidak pernah bisa aku mainkan walaupun aku telah mempelajarinya hingga mati-matian dan kini putus asa untuk belajar bermain gitar.
Aku mempunyai hobi menyanyi. Dan itu lah sebabnya juga aku menyukai laki-laki yang bisa bermain musik. Bernyanyi bersama, menciptakan lagu dan dinyanyikan sebuah lagu sebelum tidur. Hal-hal sederhana itu lah yang mengetuk pintu hatiku. Sebuah rasa bahagia yang tak mungkin dirangkai dengan untaian kata-kata yang mampu menyempurnakan hidup dari pasanganku yang sempurna menurut mata hatiku. Betapa indahnya dunia dengan lagu. Pasti tidak akan pernah membosankan.J
Selain itu salah satu hobiku yang lain adalah olahraga. Aku menyukai olahraga sejak aku duduk dibangku sekolah dasar. Menurutku olahraga itu sangat menyenangkan. Ditambah lagi apabila pasangan idamanku kelak menyukai olahraga juga. Olahraga bersama pasti akan sangat menyenangkan. Lari pagi atau lari sore hari akan menjadi hal-hal sederhana namun akan menjadi sebuah catatan indah kelak.
Nah semua harga mati pasangan idamanku telah ku jabarkan satu persatu. Namun semuanya kembali lagi pada kutipan awal “jika kamu mencari pasangan yang sempurna, bersiaplah untuk menjadi jomblo seumur hidup”. Manusia tidak ada yang sempurna. Semua kisah cinta yang biasa kamu lihat di televisi atau kamu baca di buku hanyalah cerita belaka. Dalam kenyataannya banyak kisah cinta yang tidak mulus jalannya layaknya sebuah serial di televisi. Atau kisah cinta yang berunjung pada akhir cerita bahagia.
Kisah hidup itu ada suka dan duka. Tidak mungkin semuanya suka atau sebaliknya. Sekarang kebanyakan orang tidak mau menerima kenyataan terhadap apa yang telah dipilihnya, melainkan akan selalu menunggu buah matang untuk dipetik dan dinikmati manisnya. Sama dengan halnya mencari pasangan idaman. Jangan kamu takut untuk menerima kenyataan yang harus dijalani setelah mendapatkan pasangan yang kamu idamkan atau jika kamu takut menerima kenyataannya, kamu lebih memilih menunggu pasangan yang berkualitas datang dan menjamin semua kebahagianmu. Pemikiran itu sangat lah salah,
Maka jika salah satu harga mati telah di langgar, semua itu ada pengecualian. Dan yang paling penting jadilah wanita yang menerima apa adanya dari calon pasangan kita. Jangan cinta karena ada apanya. Tetapi mencintailah walapun ada apanya.