Rabu, 04 Desember 2013

Kamis dan 21



Feature           
Tema   : “Kamis bukan sekedar hari kelima menjelang akhir minggu.”


Kamis dan 21

            Selamat pagi mentari. Hai burung-burung yang berkicau bersaut-sautan menyambut sang fajar. Harum sejuknya tumbuhan dipekarangan rumah menyemarakan semangatku di pagi ini. Akhir-akhir ini udara dingin selalu menyelimuti dipagi hari. Udara dingin membuatku malas untuk beranjak dari tempat tidur. Tapi apa daya aku berdalih, perkuliahan dan aktivitas hari ini yang sudah direncanakan menanti untuk diselesaikan.
Pagi-pagi benar aku sudah terbangun. Tumben sekali aku bangun pagi. Entahlah ini pertanda baik atau pertanda buruk. Hari ini adalah hari Kamis, hari kelima menjelang akhir minggu. Hari dimana aku selalu membenci hari ini Kamis semenjak aku tercatat sebagai mahasiswi di politeknik negeri. Hari dimana aku harus waspada karena biasanya dihari ini kesialan selalu menimpaku. Hari dimana aku menanti hari keenam dan tak sabar untuk libur istirahat dirumah di awal dan akhir pekan.
Bagaimana tidak aku membenci hari Kamis? Hari kamis adalah hari yang paling menyiksa dalam sejarah hidupku selama kuliah. Dari semester satu hingga saat ini, aku  harus bangun pagi dan pergi ke kampus tepat waktu alias tidak boleh jam karet. Semua ini membuatku kelabakan ketika pagi datang dan aku bangun kesiangan. Contohnya saja hari ini, walaupun aku bangun pagi, tapi tetap saja aku tergesa-gesa datang ke kampus dan takut terlambat. Akibatnya aku tidak membawa alat tulis dan buku. Mahasiswa macam apa yang tidak membawa alat tulis dan buku ke kampus?? Gerutu ku dalam hati saat diperjalanan menuju kampus.
Ketika kamis datang, semua rasa malasku bertambah menjadi 200 kali lipat dari biasanya. Seakan-akan kata malas menghujam diriku di  pagi yang tidak ada salahnya ini. Ketika kamis datang, rasanya aku ingin cepat-cepat pulang karena besok adalah hari Jumat, hari dimana merupakan hari favoritku. Di hari Jumatlah semua aktivitas di kampus akan berakhir dan suasana hati menggebu-gebu ingin memeluk guling lebih erat di pagi hari lusa bisa terlaksana.
Akupun berangkat ke kampus pukul 7.20. Ahhh pasti terlambat nih, gumanku dalam hati. Tanpa memanasi motor terlebih dahulu, aku pun langsung mengegas motor secepat mungkin. Ku salip semua motor dan mobil yang menghalangi semua pemandanganku. Tak peduli lagi siapa yang membunyikan klakson kepadaku. Aku mengendarai motor tanpa rem alias ngebut. Polisi tidur pun ku hantam begitu saja saking takutnya datang ke kelas terlambat.
Ketika aku sampai di parkiran, semua temanku sibuk membahas sesuatu. Disudut tanjakan basement, dengan paras panik dan jengkel mereka merundingkan sesuatu. Ternyata dosen bahasa Indonesia tidak masuk hari ini dan kami harus membuat tugas lalu dikumpulkan pukul 10.00. Tidak biasanya beliau tidak mengajar. Aku pun turut berembuk hendak mengerjakan tugas ini dimana. Karena kabar beliau tidak masuk begitu mendadak. Kami tidak sempat antisipasi. Tidak semua teman-temanku membawa laptop atau notebook. Hanya 4 diantara 28 orang yang membawa laptop. Di kelas stopcontact juga tidak berfungsi untuk mengecharge laptop, jadi kami tidak mungkin menggunakannya bergantian.
Mau ke perpus, koneksi wifi tidak semua komputer bisa dan belum lagi komputer perpus tidak ada Ms. Word. Mau pinjam ke lab, pasti semua lab ada jadwal praktiknya. Suasana hati teman-teman dan aku pun semakin jengkel. Akhirnya kami memutuskan hendak kemana. Beberapa laki-laki pergi ke warnet, beberapa perempuan ke KFC, dan sisanya pulang ke rumah. Aku adalah salah satunya yang pulang ke rumah. Untung saja rumah ku dekat, modem tersedia dan laptop juga tersedia. Hahhh aku menarik nafas lega.
Argghh kenapa begini, kenapa kita harus selalu seperti ini sih Kamis? Kenapa kamu tidak pernah mengerti diriku? Kenapa harus selalu aku yang mengerti dirimu Mis? Pagi ini kelas Penerbitan 3A digoncang kepanikan. Benar-benar sarapan yang hebat. Dan benar saja, memang kesialan selalu datang dihari Kamis. Hahhh kejadian ini benar-benar mendoktrin ku untuk benci sebenci-bencinya pada hari Kamis. Kamis, kau memang bukan sekedar hari kelima dalam minggu, tetapi juga hari kebencian dalam mingguku.
Ke tulusuri lebih dalam hari Kamis ini, yaappp sekarang tanggal 21. Hahahaa seketika aku tertawa dalam hati. Hahhh benar-benar apes banget ini hari. Sekali lagi aku menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya di pagi ini.  21??? Yaaaa, tanggal yang selalu aku benci setiap bulannya. Hahaa jadi kalo ingin dihiperbola, mungkin hari ini Kamis dan 21 sekongkol ingin menyiksaku hari ini. Terimakasih yaaa  . . . .
Ada apa dengan 21? Semua berawal dari tanggal lahirku yang merupakan tanggal 21. Dari kecil aku selalu membenci ulangtahunku. Karena di hari ulangtahunku, aku tidak pernah tidak menangis, pasti selalu menangis. Tidakkah pilu jika dihari ulangtahunmu tidak ada satupun anggota keluargamu yang mengingatnya bahkan mengucapkan selamat sekalipun? Tidak pilukah ketika temanmu yang notabene bukan anggota keluarga justru mengucapkan selamat ulangtahun padamu?
Singkatnya begitulah cerita awal mulanya aku membenci tanggal 21. Ketika aku ulangtahun, anggota keluarga dirumah justru yang mengucapkan paling akhir hingga matahari akan membenamkan sinarnya barulah ingat. Sampai aku merayakan ulangtahunku sekarang, hanya pada saat ulangtahun ke 17 laah yang selalu aku kenang dan merupakan kenangan sepanjang sejarah ulangtahunku. Sampai sekarang aku hanya manusia yangsangat benci pada hari ulangtahunku sendiri.
 Dan di tanggal 21 juga aku pacaran dengan sesosok laki-laki yang sekarang menjadi mantan terindahku secara tak sengaja. Ketika itu semua tanggal 21 menjadi kenangan dan ahh ku pikir aku tidak akan pernah membencinya lagi. Namun semuanya telah kandas, kenangan ku pun hancur bersama hubungan ini dan aku kembali lagi menjadi manusia yang benci tanggal 21. Kini tanggal 21 semakin menjadi musuhku. Mendoktrinku untuk terus tidak ingin melewati tanggal ini.
Selain itu, tanggal 21 juga merupakan kenangan buruk padaku. Pacar terakhir ku menembakku tepat di tanggal 21 pada saat aku ulangtahun. Saat itu aku berpikir, ahh ini indah. Mungkin menjadi salah satu ulangtahunku yang tak terlupakan. Namun sekarang dia hanya tinggal kenangan. Dia menorehkan luka yang dalam dihatiku.  Satu hari sebelum tanggal 21 hubungan kami kandas. Benar-benar tanggal 21 bersangkutan dengan semua kejadian sedih di hidupku. Hahhhh tanggal yang merupakan menjadi kesesatan bagiku. Padahal tidak ada salahnya bagi kebanyakan orang.
Hari kamis, 21 November benar-benar menjadi salah satu kejadian sial dihidupku. Tidak bisakah kita bersahabat sedikit saja? Kenapa selalu saja kau datang memberiku kesialan dan kesedihan?? Kapan kau akan memberiku kebahagian yang tak ada bandingnya? Kapan kalian aku mengerti diriku? Ku  harap aku tidak akan benar-benar membenci hari Kamis dan tanggal 21 disepanjang sisa usiaku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar