Puisi Tetapi
Aku yang sedang pedih, tetapi tertawa bersama kalian
Aku yang sedang tersenyum, tetapi menjerit dalam hati
Aku yang sedang gelisah, tetapi menghibur kalian
Aku yang di keramaian, tetapi merasa sepi
Aku yang tidak bersemangat, tetapi riang di mata kalian
Aku yang berpeluh keringat, tetapi cepat menyekanya
Aku yang acuh, tetapi tak diacuhkah
Aku yang sedang bicara, tetapi tak didengar
Aku yang sedang ingin, tetapi tak terjadi
Aku yang sedang meminta, tetapi tak diindahkan
Aku yang sedang marah, tetapi tak berarah
Aku yang percaya diri, tetapi pesimis
Aku yang lapang dada, tetapi tak ikhlas
Aku yang pemaaf, tetapi menyimpan dendam
Aku yang mengalah, tetapi sangat egois
Aku yang penurut, tetapi sangat kerasa kepala
Aku yang sedang rindu, tetapi merasa dicinta
Aku yang dalam kegelapan, tetapi menesteskan air mata
Aku yang dalam hujan, tetapi menguraikan air mata
Aku yang selalu bersyukur, tetapi hanya menghibur diri
Aku yang selalu bersabar, tetapi tak percaya
Aku yang pencundang, iya, pe-cun-dang, tetapi itu aku!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar