Senin, 09 November 2015

It's not the altitude that important, it's your attitude!

Kalo ada orang yang nanya sama gw gini "Udah pernah naik gunung kemana ajah, yas?"
Jawabannya gw simple kok, "Baru yang deket-deket ajah nih!"
"Seriusan nih nanyanya!"
"Yaelah, seriusan juga jawabnya. Baru yang deket-deket ajah emang!"
"Yaelah lu, ditanyain juga. Lu tuh soalnya keliatan kayak bukan sekali dua kali naek gunung. Udah kemana ajah lu?"
"Masih disini ajah kok bang, kan ga boleh sombong!"
Kemudian yang nanya gw sampe gedeg karena ga gw jawab haha
Mau ditanya kayak apapun, gw ga pernah jawab udah kemana ajah. Karena emang belum ada apa-apanya gw dibanding semesta ini.

Pelajaran untuk siapapun...
Jangan pernah ria kalo udah bisa summit attack kemanapun..
Terus kalo udh berhasil summit attack, jgn pernah banding2in dengan gunung yang lainnya, haram hukumnya!!!
Apalagi banding-bandingin masalah gimana pencapaiannya..
Lebih sulit mana tracknya atau lebih gampang mana dicapain..
Jangan ria lu!!!
Karena mendaki gunung itu bukan tentang bisa menaklukan gunung itu sendiri tapi menaklukan diri sendiri.


Setiap gunung punya kelebihan, keistemewaan, keunikan, kekurangan, esensi, dan keramahannya masing-masing.
Jangan karena merasa udah bisa taklukin yang sulit, terus anggap remeh yang mudah.
Kamu belum open mind, nak!
Ternyata suatu ketinggian malah menjadikan dirimu sombong sesombong sombongnya.

"It's not the altitude that important, it's your attitude!"
Scott Fischer

Tuh inget, attitudenya dijaga yaaa...
Jangan sombong, jangan ria, jangan sok iye!!!
Karena sejatinya kita hanyalah sebagian kecil dari alam, bukan siapa-siapanya semesta ini!!!
Byeeeee . . . . . . . !!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar